slot depo 10k

Sumatera Barat

Kolaborasi Berbagai Pihak Sebagai Kunci Utama Pemulihan Pascabencana Menurut Wagub Vasko

Pemulihan pascabencana merupakan proses yang kompleks dan penuh tantangan. Di Sumatera Barat, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy menegaskan bahwa keberhasilan dalam mengatasi dampak bencana sangat bergantung pada kolaborasi dari berbagai elemen. Ini termasuk pemerintah, sektor swasta, akademisi, masyarakat, dan media massa. Setiap pihak memiliki peran penting yang tidak bisa diabaikan, terutama dalam membangun optimisme dan menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat.

Pentingnya Kolaborasi dalam Pemulihan Pascabencana

Vasko menyatakan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana tidak mungkin tercapai tanpa sinergi di antara semua pihak yang terlibat. Menurutnya, pemerintah tidak dapat beroperasi secara mandiri; semua elemen harus bergerak secara harmonis dan memiliki kontribusi yang seimbang. Media, misalnya, berperan krusial dalam menciptakan suasana positif di tengah situasi sulit dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.

“Keberhasilan pemulihan pascabencana sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, semua pihak mesti bergerak seirama dan memiliki peran yang sama pentingnya, termasuk media,” ungkap Vasko. Penegasan ini disampaikan saat pelantikan Pengurus Jaringan Pemred Sumbar (JPS) periode 2025–2028 di Padang, pada tanggal 2 April 2026.

Tantangan Fase Pemulihan Pascabencana

Wagub Vasko juga menggarisbawahi bahwa fase pemulihan setelah bencana adalah periode yang paling menantang. Pada tahap ini, upaya yang dilakukan tidak hanya terbatas pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek-aspek yang lebih mendalam. Hal ini termasuk memastikan bahwa masyarakat yang terdampak dapat kembali menjalani kehidupan yang layak dan memiliki ketahanan ekonomi yang stabil seperti sebelumnya.

“Yang paling berat saat ini adalah bagaimana masyarakat terdampak bisa kembali hidup layak, tenang, dan memiliki penghasilan seperti sedia kala. Itu yang hingga saat ini terus kita upayakan,” tambahnya. Pengalaman menunjukkan bahwa pemulihan yang efektif membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.

Penghargaan untuk Kontribusi dalam Penanganan Bencana

Dalam acara pelantikan tersebut, JPS memberikan penghargaan Medal of Honor “Bakti untuk Negeri” kepada sejumlah individu dan lembaga yang berkontribusi signifikan dalam penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November tahun lalu. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wagub Vasko kepada para penerima sebagai bentuk apresiasi atas upaya mereka dalam proses pemulihan di Sumatera Barat.

  • Dony Oskaria
  • Andre Rosiade
  • Zigo Rolanda
  • Sonny Affandi
  • Ummi Harneli Mahyeldi
  • Rahmat Saleh

Untuk kategori lembaga, penghargaan diberikan kepada beberapa entitas, termasuk Hutama Karya Infrastruktur, Nindya Karya, Bank Nagari, Polda Sumbar, Kodam I/Bukit Barisan, dan Semen Padang. Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi bagi semua pihak agar tetap berkomitmen dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana di masa mendatang.

Struktur Pengurus JPS Periode 2025–2028

Berdasarkan surat keputusan Dewan Pembina JPS, susunan pengurus untuk periode 2025–2028 telah ditetapkan. Struktur ini terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Penasihat, serta Dewan Pengurus dengan sejumlah bidang strategis yang telah dibentuk. Pelantikan pengurus baru dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina JPS, Leonardy Harmainy.

Struktur pengurus baru diisi oleh individu-individu yang berpengalaman dan memiliki visi yang sejalan dengan tujuan organisasi. Adrian Tuswandi ditunjuk sebagai Ketua Umum, dengan Ikhwan sebagai Ketua Harian. Almudazir menjabat sebagai Wakil Ketua I, sementara Zondra Volta mengambil peran sebagai Wakil Ketua II. Gilang Guardiola Gusvero diangkat sebagai Sekretaris, dibantu oleh Fardianto sebagai Wakil Sekretaris dan Mona Sisca sebagai Bendahara.

Bidang-Bidang Strategis dalam JPS

Untuk memperkuat program kerja organisasi, sejumlah bidang strategis juga dibentuk, antara lain Bidang Advokasi dan Kode Etik Wartawan, Bidang Peningkatan Kapasitas Anggota, Bidang Sosial Masyarakat, serta Bidang Kemitraan dan Usaha. Setiap bidang memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk memastikan bahwa JPS dapat berkontribusi secara maksimal dalam pemulihan pascabencana.

Identitas Kolektif Media di Sumbar

Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) periode 2025–2028, Adrian Tuswandi, menegaskan bahwa organisasi ini lebih dari sekadar kumpulan pemimpin redaksi. JPS telah menjelma menjadi identitas kolektif bagi media di Sumatera Barat. “JPS saat ini dihuni oleh 35 media yang tergabung dan aktif. Kekuatan utama JPS, terletak pada kolaborasi dalam penyebarluasan informasi,” ungkapnya.

Menurut Adrian, kolaborasi di dalam JPS tidak hanya memperkuat jaringan media, tetapi juga meningkatkan kualitas pemberitaan. Melalui kerja sama dan saling melengkapi, media yang tergabung dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kesimpulan: Masa Depan Pemulihan Pascabencana

Dalam konteks pemulihan pascabencana, kolaborasi antar berbagai pihak menjadi sangat penting. Upaya bersama ini akan memastikan bahwa masyarakat yang terdampak dapat kembali pulih dengan lebih cepat dan efektif. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, masyarakat, dan media, harapan untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang terdampak bencana menjadi lebih nyata. Melalui penghargaan dan pengakuan terhadap kontribusi semua pihak, diharapkan semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan bencana akan terus terjaga dan semakin kuat.

Back to top button