Brigjen Pol (Purn) Raziman Tarigan Tewas Akibat Tabrak Lari Usai Beli Gorengan

Tragedi yang menyentuh hati terjadi pada Sabtu, 19 April 2026, ketika Brigjen Pol (Purn) Raziman Tarigan mengalami kecelakaan fatal setelah membeli gorengan. Insiden ini mengguncang banyak pihak, terutama keluarga dan rekan-rekan almarhum. Dalam situasi yang penuh kesedihan ini, penting untuk menggali lebih dalam tentang apa yang terjadi dan bagaimana tragedi ini berujung pada kehilangan yang tidak terduga.
Kronologi Kejadian Kecelakaan
Kecelakaan tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Menurut keterangan seorang saksi bernama Joko, yang berusia 45 tahun dan sehari-hari berjualan di pinggir jalan, Raziman sedang mengendarai motor ATV dari arah Simpang Pemda menuju rumahnya yang berada di Pusat Latihan Renang Primbana, Jalan Melati Raya.
Joko mendengar suara dentuman keras yang membuatnya terkejut. Ketika ia berlari ke arah sumber suara, ia mendapati Raziman tergeletak di tengah jalan dengan kondisi sangat memprihatinkan. Bagian belakang kepala almarhum berdarah, sementara motor ATV yang dikendarainya terbalik dan gorengan yang dibawanya berceceran di jalan.
“Dia sudah tidak sadarkan diri,” ucap Joko, menggambarkan situasi yang sangat menyedihkan pada saat itu.
Bersama beberapa pedagang lainnya, Joko segera menolong dan memindahkan tubuh Raziman ke tepi jalan sambil memperbaiki posisi kendaraan yang terbalik. Dalam momen tersebut, Joko sempat melihat pengendara motor yang diduga menabrak Raziman berusaha melarikan diri dari lokasi. Meski sempat dikejar, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Upaya Penanganan dan Evakuasi
Melihat kondisi Raziman yang sangat memprihatinkan, Joko mengambil inisiatif untuk menghubungi keluarga dan rekan kerja almarhum. Tak lama setelah itu, Raziman dibawa oleh keluarganya menggunakan mobil ke Rumah Sakit Royal Prima. Sayangnya, nyawa Raziman tidak dapat diselamatkan, dan ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Jalan Sisingamangaraja, Medan, pada Rabu, 22 April 2026.
Keluarga, kerabat, dan rekan-rekan kerja Raziman berkumpul di rumah duka di Jalan Melati Raya untuk memberikan penghormatan terakhir. Papan bunga berjejer di sekitar lokasi, menandakan rasa duka cita yang mendalam dari banyak pihak.
Penyelidikan Kecelakaan
Menanggapi insiden tersebut, Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Mereka memeriksa berbagai rekaman CCTV dari ruko-ruko di sekitar area untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kecelakaan yang menimpa Brigjen Pol Raziman Tarigan.
Namun, hingga saat ini, belum ada rekaman CCTV yang menunjukkan peristiwa kecelakaan secara jelas. Meski demikian, beberapa saksi mata memberikan keterangan bahwa Raziman ditabrak oleh seorang pengendara sepeda motor.
“Dugaan sementara, korban meninggal setelah mengalami kecelakaan. Kami masih mendalami kasus ini dengan memeriksa CCTV dan keterangan saksi lainnya,” jelas AKBP Sri.
Profil Brigjen Pol Raziman Tarigan
Brigjen Pol Raziman Tarigan adalah sosok yang sangat dihormati di kalangan kepolisian. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1974 dan telah meniti karir yang gemilang. Sepanjang perjalanan karirnya, Raziman telah menduduki sejumlah posisi strategis dalam institusi kepolisian.
- Wakil Kepala Polrestabes Medan
- Wakil Komandan Korps Brimob Polri
- Kepala Pusat Provost Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri
- Wakil Kepala Polda Metro Jaya
- Berbagai jabatan penting lainnya dalam kepolisian
Keberhasilan dan dedikasinya dalam tugas membuatnya dikenal luas dan disegani oleh rekan-rekannya. Kehilangan Raziman adalah duka yang mendalam bagi banyak orang, dan warisannya akan selalu diingat.
Dampak dan Tanggapan Masyarakat
Berita mengenai kecelakaan yang merenggut nyawa Brigjen Pol Raziman Tarigan menyebar cepat di kalangan masyarakat. Banyak orang merasa kehilangan sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi keamanan dan ketertiban. Tanggapan dari berbagai lapisan masyarakat pun beragam, mulai dari ucapan bela sungkawa hingga seruan untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Insiden ini juga mendorong diskusi lebih jauh mengenai keamanan dan kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas, terutama di kalangan pengendara. Banyak yang berharap bahwa kejadian tragis ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati saat berkendara.
Panggilan untuk Bertindak
Tragedi ini tidak hanya menyentuh keluarga almarhum, tetapi juga menjadi panggilan untuk bertindak bagi masyarakat. Kesadaran akan keselamatan di jalan raya harus ditingkatkan, dan setiap individu perlu mengambil tanggung jawab dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain.
- Patuhi semua peraturan lalu lintas.
- Selalu gunakan helm dan perlengkapan keselamatan saat berkendara.
- Hindari berkendara dalam keadaan tidak sadar atau setelah mengonsumsi alkohol.
- Perhatikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar saat berkendara.
- Laporkan setiap pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.
Dengan langkah-langkah sederhana namun efektif ini, kita semua dapat berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman di jalan raya.
Penutupan
Kehilangan Brigjen Pol Raziman Tarigan adalah sebuah tragedi yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan masyarakat luas. Momen ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab di jalan raya. Diharapkan, dengan meningkatnya kesadaran akan keselamatan berkendara, kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan. Mari kita kenang jasa dan pengabdian Brigjen Pol Raziman Tarigan sebagai inspirasi untuk terus berbuat baik dan menjaga keselamatan bersama.


