Bupati H. Slamet Junaidi Dilantik Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sampang 2025-2030

Pada tanggal 23 April 2026, Pendopo Trunojoyo menjadi saksi penting bagi perkembangan keagamaan di Kabupaten Sampang, ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat melaksanakan pelantikan pengurus baru untuk masa jabatan 2025–2030. Dalam momen bersejarah ini, kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk pejabat pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat umum, menggarisbawahi betapa pentingnya peran ulama dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Pentahbisan Pengurus Baru MUI Sampang
Pada acara yang penuh khidmat ini, Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, serta Wakil Bupati H. Ahmad Mahfudz, turut menghadiri pelantikan tersebut. Kehadiran mereka bersama unsur Forkopimda dan pengurus MUI dari tingkat provinsi mempertegas dukungan terhadap peran strategis MUI dalam masyarakat. Selain itu, pelantikan ini juga dihadiri oleh tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat yang menunjukkan rasa memiliki terhadap organisasi ini.
Pesan dari Ketua Umum MUI Sampang
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Sampang, KH. Moh. Itqan Bushiri, menekankan bahwa pelantikan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk memperkuat peran ulama dalam membimbing umat. Menurutnya, MUI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai moral, memperkuat persatuan, dan mendukung terciptanya kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam.
“Pengurus yang baru harus bisa menjalankan amanah ini dengan baik, menjaga persaudaraan umat, serta berkontribusi aktif dalam memajukan daerah,” ujar KH. Moh. Itqan.
Sinergi MUI dan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz, juga memberikan pandangannya terkait pentingnya kolaborasi antara MUI dan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa MUI tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai penyeimbang dalam kehidupan beragama dan jembatan aspirasi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi peran penting MUI dalam menyebarkan nilai-nilai Islam moderat, atau wasathiyah, yang mengedepankan toleransi dan kedamaian di tengah beragamnya latar belakang masyarakat. Hal ini menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan harmoni di daerah.
Pentingnya MUI dalam Kebijakan Publik
“Keberadaan MUI sangat vital dalam memberikan pandangan keagamaan terkait berbagai kebijakan, sehingga pembangunan daerah dapat selaras dengan nilai-nilai keislaman,” jelas H. Ahmad Mahfudz.
Dengan kata lain, MUI diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan moral dan spiritual masyarakat.
Kepemimpinan H. Slamet Junaidi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sampang
Dalam peran barunya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Sampang untuk periode 2025-2030, H. Slamet Junaidi mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan dan senantiasa berinovasi dalam memberikan pelayanan keagamaan. Ia menekankan bahwa momentum pelantikan ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Sampang yang religius, rukun, dan sejahtera.
“Kita harus bersatu dalam melaksanakan tugas ini, dan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Visi dan Misi Dewan Pertimbangan MUI
Visi dan misi yang diusung oleh Dewan Pertimbangan MUI Sampang di bawah kepemimpinan H. Slamet Junaidi meliputi:
- Memperkuat peran ulama dalam membina umat.
- Mendorong terciptanya kerukunan antarumat beragama.
- Menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang moderat.
- Berperan aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
- Meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya.
Komitmen ini menunjukkan tekad kuat MUI Sampang untuk tidak hanya menjadi lembaga yang berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.
Peran Strategis MUI dalam Masyarakat
MUI Sampang memiliki posisi yang strategis dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, seperti meningkatnya intoleransi dan perpecahan, menjadikan peran MUI semakin penting. Melalui berbagai program dan kegiatan, MUI berupaya menciptakan dialog antarumat beragama dan memperkuat nilai-nilai persatuan.
Dengan adanya pengurus baru, diharapkan MUI dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya, baik dalam memberikan fatwa, mengedukasi masyarakat, maupun dalam program-program sosial yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Program Kerja MUI Sampang untuk 2025-2030
Berikut adalah beberapa program kerja yang direncanakan oleh MUI Sampang untuk periode 2025-2030:
- Penyelenggaraan seminar dan diskusi tentang isu-isu keagamaan aktual.
- Pelatihan bagi pengurus masjid dan organisasi keagamaan lainnya.
- Program pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi syariah.
- Pelaksanaan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat kurang mampu.
- Partisipasi aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan bencana.
Program-program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis, serta memperkuat peran ulama dalam kehidupan sehari-hari.
Menjaga Tradisi dan Inovasi
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh MUI adalah bagaimana menjaga tradisi keagamaan sambil tetap berinovasi dalam menghadapi dinamika masyarakat yang terus berubah. H. Slamet Junaidi menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam.
“Kita harus cerdas dalam membaca situasi dan kondisi masyarakat, serta mampu menghadapi tantangan dengan cara yang bijaksana,” tuturnya. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan MUI sebagai lembaga yang relevan dan dekat dengan masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan pelantikan pengurus baru, harapan besar tertumpu pada MUI Sampang untuk dapat menjalankan amanah ini dengan baik. Masyarakat menanti inovasi dan program-program yang dapat menjawab kebutuhan mereka dalam menghadapi tantangan zaman.
H. Slamet Junaidi dan para pengurus baru diharapkan dapat membawa MUI Sampang ke arah yang lebih baik, sehingga keberadaan MUI tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks ini, peran MUI Sampang sebagai ketua dewan pertimbangan sangat krusial. Melalui kepemimpinan yang kuat, diharapkan MUI dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan kehidupan sosial yang lebih harmonis dan berkeadilan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat yang plural. Semua ini bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bersama, yakni masyarakat Sampang yang religius, rukun, dan sejahtera.