Setengah Penduduk Kabupaten Serang Masuk Kategori Miskin, Desil 1 Capai 142 Ribu Jiwa

Di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, situasi yang memprihatinkan terungkap dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) pada Maret 2026. Dari total populasi 1,74 juta jiwa, sekitar 847.092 jiwa teridentifikasi sebagai warga yang hidup dalam kondisi miskin. Angka ini menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk kabupaten tersebut termasuk dalam kategori masyarakat miskin, mencakup berbagai tingkat kemiskinan dari ekstrem hingga moderat.
Statistik Miskin di Kabupaten Serang
Data menunjukkan bahwa di antara 1,74 juta penduduk Kabupaten Serang, setengah dari jumlah ini, atau sekitar 847.092 jiwa, terdaftar sebagai masyarakat miskin. Ini adalah indikasi yang jelas bahwa isu kemiskinan di wilayah ini sangat serius dan perlu ditangani dengan segera.
Rincian Kategori Kemiskinan
Dari total angka tersebut, kategori miskin ekstrem atau desil I tercatat berjumlah 142.483 jiwa. Sementara itu, desil II mencakup 180.517 jiwa, desil III sebanyak 164.395 jiwa, desil IV mencapai 187.527 jiwa, dan desil V sebanyak 172.540 jiwa. Ini menunjukkan bahwa jumlah warga yang hidup dalam kondisi sangat sulit terus meningkat, dan tantangan untuk mengurangi angka ini semakin mendesak.
Respons terhadap Situasi Kemiskinan
Menyikapi kenyataan pahit ini, aktivis sosial Banten, Tian Arsy, mendorong perlunya pendekatan terpadu yang melibatkan pemerintah, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan akses terhadap kebutuhan dasar. Menurutnya, langkah-langkah ini sangat penting untuk mengatasi masalah kemiskinan yang melanda wilayah tersebut.
Strategi Pengentasan Kemiskinan
Langkah strategis yang perlu diambil berfokus pada beberapa aspek, di antaranya:
- Menekan beban pengeluaran masyarakat
- Meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)
- Meminimalisir kantong-kantong kemiskinan
Tian menegaskan bahwa untuk mencapai pengentasan kemiskinan yang efektif, pemerintah harus bersikap proaktif dan kreatif dalam merancang berbagai program yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan. Pendekatan yang hanya berfokus pada pencitraan semata tidak akan membawa perubahan yang berarti.
Pemberdayaan Ekonomi dan Infrastruktur
Salah satu langkah konkret yang dapat diambil oleh pemerintah adalah pemberdayaan ekonomi, khususnya melalui dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ini dapat dilakukan dengan cara memberikan akses terhadap kredit usaha rakyat (KUR), bantuan modal, serta pelatihan keterampilan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat.
Pembangunan Infrastruktur Dasar
Lebih lanjut, Tian juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar, seperti:
- Pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu)
- Pengadaan sanitasi yang layak
- Penyediaan akses air bersih
- Pembangunan jalan di daerah terpencil
- Peningkatan pengembangan wilayah
Dengan adanya infrastruktur yang memadai, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup serta akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.
Pentingnya Kesadaran Pemerintah
Tian Arsy menekankan bahwa pemerintah Kabupaten Serang harus lebih peka terhadap kondisi kemiskinan yang ada. Wilayah ini bukanlah daerah yang terasing atau tidak memiliki potensi. Penting bagi pemerintah untuk bertindak nyata agar tidak terkesan sebagai “semut mati di kolam susu”, di mana kemiskinan dibiarkan begitu saja tanpa adanya solusi yang jelas.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan berbagai program yang dirancang dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat miskin di Kabupaten Serang. Semua ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
Menyongsong Masa Depan yang Lebih Baik
Dengan adanya upaya bersama dan strategi yang tepat, Kabupaten Serang dapat menatap masa depan yang lebih cerah. Kesadaran semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Mari bersama-sama mengatasi tantangan ini demi kesejahteraan bersama.




